Jangan Pernah Anggap Remeh! Basmi Rayap Secara Dini!

Serangan Rayap. Sumber gambar dari Roy Buri

Bagaimana Cara Membasmi Rayap dan Pencegahannya.

Ketika mendengar kata rayap, pertama kali terlintas dalam fikiran adalah rayap merupakan serangga kecil yang menyukai benda-benda yang mengandung selulosa seperti kayu dan kertas. Selain itu juga kita suka menemukan jejak-jejaknya di bagian rumah, kantor atau gudang yang kurang terkena sinar matahari dan lembab.

Tapi apakah kita pernah mengetahui bahwa rayap bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar? Kami yakin sebagian besar dari kita kurang memperhitungkan serangga yang satu ini. Sebagai buktinya adalah kita masih jarang memperhitungkan resiko serangan rayap pada ketika akan membuat bangunan. Berdasarkan data dari Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) kerugian yang disebabkan oleh rayap bisa mencapai hingga Rp2,8 triliun per tahun. Bahkan berdasarkan data di Amerika Serikat kerugian akibat rayap adalah 4 (empat) kali lebih banyak dibandingkan dengan kerugian akibat kebakaran. Berdasarkan data ini, angkanya tidak kecil dan ancamannya tidak bisa dianggap kecil lagi.

Manfaat dan Kerugian dari Rayap

Sebenarnya rayap itu bisa memberikan manfaat sekaligus kerugian. Rayap sebagai serangga yang ada di alam membantu manusia untuk membersihkan sampah alam, yaitu mendekomposisikan/ menguraikan sisa kayu dan sebagainya menjadi lebih sederhana. Di sisi lainnya bisa merugikan ketika rayap menyerang kayu-kayu pada kusen dan perabotan dari kayu di rumah, perkantoran dan gudang. Tidak hanya merusak kayu, juga bisa menyebabkan korosif atau karat dan kebakaran akibat kabel listrik yang terbungkus sarang rayap. Selain itu rayap juga bisa merusak arsip atau dokumen penting yang mungkin kerugiannya tidak bisa dibandingkan dengan uang. Parahnya lagi, ternyata rayap juga menyukai uang kertas karena mengandung selulosa.


Rayap Menguraikan Kayu. Sumber gambar Pavankumar Rao

Tanda-tanda Telah Terjadi Serangan Rayap

Maka mulai saat ini, kita harus waspada terhadap kondisi bangunan kita. Apalagi kita yang tinggal di Indonesia yang merupakan surganya berkembangnya para rayap. Dengan memperhatikan  tanda-tanda rumah atau bangunan yang telah diserang rayap, kita bisa menyimpulkan bahwa serangan sudah terjadi atau belum. Tanda – tandanya adalah sebagai berikut :

1. Adanya jalur tanah di dinding

2. Sayap laron bertebaran

3. Terdapat rongga pada kayu dan terdengar suara seperti kertas disobek

4. Kotoran rayap

Serangan rayap biasanya tidak kita sadari sedari awal. Kita baru menyadari setelah tanda-tanda di atas muncul dan sudah membutuhkan tindakan pembasmian. Rayap sering menyusup masuk ke dalam rumah atau bangunan gedung, kemudian merusak berbagai komponen bangunan yang terbuat dari kayu. Bahkan mereka juga sering merusak benda-benda berharga yang ada di dalamnya. Untuk mencari makanan, rayap tanah dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa sentimeter. Apa pun bentuk konstruksi bangunan gedung, seperti slab, basement atau crawl space, dapat ditembusnya lewat lubang terbuka atau celah kecil sekecil satu per-enam emapt inchi. Mereka berjalan melalui jalur-jalur kabel, bersembunyi di awah lantai, di balik tembok, kemudian terus bergerak ke atas hingga mencapai plafon dan kuda-kuda.

Sebenarnya kita bisa mengantisipasi dari awal atau mulai memperhatikan secara serius ketika kita mendapati kondisi-kondisi yang disukai oleh rayap. Menurut seorang guru besar IPB yang merupakan pakar dari rayap Bpk.Prof.Dr.Ir Dodi Nandika mengatakan bahwa indonesia merupakan surganya bagi para rayap, karena indonesia memiliki iklim yang hangat yang sangat di senangi oleh rayap dan memiliki kelembapan udara yang tinggi dan tanah yang penuh dengan bahan organiknya menjadikan indonesia menjadi surganya para rayap.

Cara Pembasmian Rayap

Cara Membasmi Rayap Menggunakan Bahan Kimia (Termisida)

Kalau bangunan kita sudah positif diserang rayap, tindakan selanjutnya adalah kita harus membasminya sebelum menjalar kemana-mana dan menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Cara yang paling cepat adalah dengan memanggil pihak penyedia jasa pest control yang menyediakan termite control juga. Pemberantasan rayap yang ditawarkan oleh penyedia jasa ini adalah dengan menggunakan termisida (bahan pestisida untuk rayap). Cara kerjanya dengan pemberian dosis tertentu dapat meracuni saraf dan kulit rayap, dan menghambat pertumbuhan kulit rayap. Dengan dibantu sifat rayap yang kanibal dan tropalaxis termisda sanggup menyebar didalam tanah sampai ke ratunya.

Biasanya penyedia jasa termite control ini akan melakukan beberapa tindakan di bawah ini :
1. Menginjeksikan termisida (bisa Chypermetrin, hexaflumuron 0,5% atau Fipronil) ke bangunan. Caranya adalah mereka akan membuat beberapa lubang dengan mengebor dan memasukkan termisidanya. Kemudian lubang ditutup dengan semen.
2. Menyemprotkan termisida ke bagian bangunan yang terbuat dari kayu baik yang sudah diserang atau belum.
3. Menyemprotkan termisida ke permukaan tanah yang diduga ada serangan rayap.
4. Ada juga dengan memasang umpan, berisi kayu monitor, yang dipasang di sekitar bangunan yang sudah diserang rayap. Ini sebagai alternatif, bagi yang tidak ingin bangunannya dibuat lubang ketika membasmi rayap.
5. Setelah treatment selesai petugas akan melakukan monitoring secara rutin untuk memastikan program termite control ini berjalan dengan efektif.
6. Biasanya garansi dari treatment ini berlaku sampai 3 tahun.

Aardvark, binatang pemakan rayap. Sumber gambar Joel Santana

Cara Membasmi Rayap Secara Alami

Selain dengan menggunakan bahan kimia, kita bisa melakukan membasmi rayap secara alami. Caranya adalah dengan memberikan bahan-bahan alami ke area yang terkena serangan rayap. Adapun bahan – bahan yang bisa kita gunakan antara lain :

1. Menggunakan larutan garam.

2. Menggunakan larutan kapur sirih. Larutan kapur sirih ini juga bisa mematikan larva rayap, sehingga cara membasmi rayap satu ini berdampak menyeluruh

3. Menggunakan cacing nematoda. Cacing nematoda merupakan parasit yang dapat diandalkan dalam membasmi serangga

4. Menggunakan tanah diatom.  Tanah diatom dapat membuat rayap terkikis dan mengering, itulah mengapa rayap selalu menjauhi tanah diatom.

5. Menggunaan minyak jeruk. Cara kerjanya cairan minyak jeruk ini bisa menghambat rayap untuk memakan furniture kayu dan mencegah rayap bertelur sehingga perlahan jumlah rayap akan menurun.

Cara Mencegah Serangan Rayap Pada Bangunan

Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati. Untuk itu dalam merencanankan pembangunan berikutnya, kita harus memperhitungkan ancaman rayap. Sebelum membangun kita bisa melakukan tindakan-tindakan yang bisa menghindari ancaman serangan rayap. Ada pun beberapa tindakan yang bisa kita lakukan antara lain :

1. Cegah rayap sejak masa pembangunan rumah. Dengan injeksi termisida sejak pembangunan pondasi rumah, area tanah sekitar rumah akan terbebas dari rayap.

2. Cegah dan waspadai terjadinya kebocoran pipa dan saluran air, baik di atas plafon, dalam dinding, maupun pada selokan di luar rumah. Rayap tanah menyukai kelembaban, dan akan tertarik ke daerah kayu yang basah di rumah kita.

3. Isi segera celah-celah yang terjadi pada bagian rumah, karena celah-celah ini dapat dijadikan jalan atau rumah oleh rayap masuk ke rumah anda.

4. Hindari kontak langsung material kayu di rumah kita dengan tanah. Contohnya dengan membuat dudukan kusen dari beton.

5. Pilih kayu yang berkualitas dan kering sempurna (oven) untuk material rumah atau furniture. Baik juga menjemur furniture di bawah sinar matahari setiap 2-3 bulan sekali untuk mempertahankan kekeringannya.

6. Langkah pencegahan lainnya adalah dengan mengurangi penggunaan material kayu di rumah anda, selain harganya yang relatif terus meningkat, kini telah tersedia banyak alternatif pengganti kayu dengan harga yang terjangkau.

7. Rayap cenderung menyukai tempat yang lembap dan minim sinar matahari. Jika memiliki rumah dan banyak perabot berbahan kayu, maka cara membasmi rayap yang pertama adalah membangun ventilasi yang memadai sehingga sinar matahari dapat masuk ke tiap sudut rumah. Dengan begitu, furnitur berbahan kayu pun tidak akan mudah dimakan rayap.

Demikianlah postingan dari kami mengenai seputar pembasmian rayap dan cara mencegah serangan rayap. Mudah-mudahan mulai hari ini kita lebih menyadari kerugian besar yang bisa ditimbulkan dan mengambil tindakan yang tepat agar kerugian tidak terjadi atau menjadi lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.