Cara Menyeleksi Vendor Pest Control

By | Maret 16, 2018

Beda Pest Control, Rodent Control  dan Termite Control

tikus hewan pengerat

tikus hewan pengerat

Pada industri tertentu seperti makanan dan kosmetik, penggunaan jasa pest control sudah biasa digunakan. Pest control ini bertujuan untuk melindungi dari gangguan dan kerusakan pada bahan baku dan atau produk jadi akibat serangan serangga, hama dan tikus. Sebenarnya selain pest control ada juga istilah rodent control dan termite control.

Yang membedakan dari ketiganya adalah berdasarkan serangga atau binatang yang ditanganinya. Kalau pest control mengendalikan populasi hama dan serangga (general), rodent control mengendalikan tikus dan keluarganya dan termite control mengendalikan rayap. Pada prakteknya pemakaian jasa pest control sudah termasuk dengan rodent control. Sedangkan untuk termite control biasanya terpisah. Dan perusahaan atau vendor yang menyediakan jasa pest control biasanya menyediakan rodent control dan termite control juga. Selain itu mereka memberikan pelayanan menangani ular, fumigasi dan lain sebagainya.

Parameter Seleksi Vendor Pest Control




Kalau kita ingin menggunakan jasa vendor pest control, apa yang harus kita lakukan? Bagaimana cara menunjuk yang terbaik dari sekian vendor yang ada? Sebelum kita menunjuknya, kita harus melakukan seleksi vendor atau supplier. Langkah pertama dari seleksi supplier adalah menetapkan parameter seleksi yang akan lakukan.

Berdasarkan pengalaman penulis, parameter yang biasa digunakan untuk menyeleksi vendor pest control antara lain :

  1. Harga jasa yang ditawarkan
  2. Ketentuan pembayaran (term of payment)
  3. Legalitas/ dokumen yang dibutuhkan
  4. Rencana penanganan (treatment plan)
  5. Teknik-teknik penanganan (treatment technics)
  6. Jenis pestisida yang digunakan (chemical)
  7. Pelaporan pekerjaan
  8. Garansi
  9. Penangan keluhan
  10. Daftar klien yang ditangani (references)

Dari kesepuluh paramter itu bisa kita kelompokkan menjadi lima kelompok besar yaitu aspek umum, aspek legal, aspek teknis, aspek administrasi dan aspek tambahan.

Aspek Umum

Parameter pada aspek umum biasanya digunakan untuk seluruh pengadaan barang dan jasa. Yang masuk pada aspke umum adalah harga dan ketentuan pembayaran (term of payment). Penawaran harga yang kompetitif (baca murah) dan term of payment yang panjang tentu menarik perhatian user. Namun ingat hal ini jangan dijadikan dasar utama dalam pemilihan vendor. Karena ada juga vendor yang berani banting harga untuk mencapai target penjualan (sales) mereka dengan mengesampingkan kualitas pelayanannya. Hal ini akan membuat kita repot di kemudian hari. Sudah keluar biaya, tetapi masalahnya tidak tertangani dengan baik.

Ada juga yang melakukan strategi ini,  menawarkan harga murah di project pertama dan menaikkan harga di project berikutnya. Misalnya di project pertama, si vendor A terpilih karena harganya kompetitif dibandingkan dengan yang lain. Setelah berjalan, ketika kita minta treatment di area lain, tanpa proses seleksi lagi, biasanya memberikan penawaran harga yang lebih mahal dibandingkan yang sebelumnya.

Aspek Legal

Parameter yang masuk aspek legal termasuk parameter yang penting. Kenapa penting karena jasa pest control ini banyak menggunakan pestisida yang pemakaiannya harus diatur dengan baik. Untuk aspek legalitas kita minta kepada calon vendor mengirimkan beberapa dokumen seperti :

  • Izin pendirian perusahaan
  • Sertifikat  pelatihan operator
  • Material safety data sheet (MSDS) pestisida yang digunakan

Untuk masalah izin pendirian perusahaan sudah jelas. kita mintakan salinan dokumen Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari calon vendor. Jangan sampai kita berurusan dengan perusahaan yang tidak memiliki izin alias ilegal.

Kita mintakan juga salinan dokumen sertifikat pelatihan dari operator/ teknisi dan supervisornya yang akan bertugas di area kita nanti. Sertifikat ini untuk memastikan bahwa orang yang bertugas adalah orang-orang yang mumpuni dalam melaksanakan tugasnya. Jangan lupa pastikan surat izin dan sertifikatnya masih berlaku/ belum habis masanya. Kalau sudah habis minta segera diperpanjang. Kalau dalam proses perpanjangan minta dilampirkan surat keterangan. Ini sebagai bukti bahwa surat izinnya  sedang dalam proses perpanjangan.

Karena dalam jasa ini ada pemakaian pestisida, pastikan pestisida yang dipakai sudah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Pertanian. Dan kita minta mereka memberikan salinan dokumen MSDS-nya.

fumigasi

fumigasi salah satu teknik treatment pest contro

Aspek Teknis

Penilaian pada aspek ini untuk mengetahui sejauh mana kualitas dari jasa ditawarkan. Yang termasuk dari aspek teknis adalah rencana penanganan, teknik-teknik penanganan dan pestisida yang digunakan.

Untuk penanganan Biasanya rencana penanganan terdiri:

  • Penangan (treatment)
  • Pemeriksaan (checking)
  • Quality control

Pada prakteknya ada yang menawarkan penanganan saja, ada yang menawarkan penanganan dan pemeriksaan saja, dan ada yang menawarkan ketiga-tiganya. Treatment dan pemeriksaan biasanya dilakukan minimal masing-masing satu bulan sekali, tergantung kondisi hama, serangga dan tikus yang ada. Sedangkan quality control biasanya 3 bulan sekali.

Pada bulan pertama pelaksanaan biasa disebut dengan initial treatment. Sebelum dilakukan treatment juga dilakukan pemasangan umpan (bait) dan jebakan lem (glue trap) di sejumlah titik berdasarkan rencanaya. Sisa bulan-bulan berikutnya disebut regular treatment. Biasanya biaya di initial treatment lebih mahal dibandingkan dengan regular treatment.

Pada aspek ini jangan lupa meminta peta/ plan dari bait dan glue trap plan serta jadwal kunjungan. Plan dan jadwal kunjungan ini sebagai pegangan kita. Karena berdasarkan pengalaman ada vendor yang lupa menunaikan kewajibannya, melewatkan jadwal treatment, sehingga perlu untuk diingatkan.

Bicara mengenai teknik-teknik treatment, beberapa teknik yang biasanya ditawarkan oleh vendor pest control antara lain :

  • Pengembunan (cold fogging/ misting) untuk serangga, nyamuk di area dalam
  • Penyemprotan (spraying) untuk serangga (kecoa, lipan, laba – laba, semut, nyamuk)
  • Memasang umpan (baiting) dan jebakan (glue trap) pada titik-titik strategis yang merupakan jalan keluar masuk tikus dan keluarganya
  • Metode treatment Blatellax Service untuk kecoa (umpan gel)
  • Fogging untuk area luar (nyamuk)

Terakhir dari aspek teknis adalah jenis pestisida (chemical) yang digunakan. Beberapa pestisida yang biasa digunakan antara lain :

  • Zeta-cypermethrin untuk nyamuk, lalat, semut, kecoa, laba – laba dan lipan (interior dan eksterior)
  • Bifenthrin untuk semut, kecoa dan nyamuk.
  • Hidramethilnon untuk kecoa dan semut.
  • Brodifacoum 0,005 % untuk tikus
  • Lamda Cihalotryn hama ulat,aphids,thrips,myzus sp dan golongan kutu serta hama yang bersayap
  • Caumatetraly untuk tikus

Untuk pestisida yang digunakan jangan lupa untuk memintakan salinan material safety data sheet-nya (MSDS).

Aspek Administrasi

Yang termasuk aspek administrasi adalah pelaporan kerja, penangan keluhan dan garansi. Setiap habis penangan, pemeriksaan dan quality control mereka akan memberikan laporan kerja. Untuk penanganan biasanya area yang ditangani, teknik apa yang dilakukan dan pestisida yang digunakan. Terkadang dituliskan kalau ada temuan di lapangan seperti ada tikus, misalnya. Untuk quality control biasanya mengirimkan laporan yang cukup lengkap. Laporan perkembangan dari jumlah tikus yang tertangkap/ mati dan saran-saran yang harus kita lakukan untuk meningkatkan pengendalian hama, serangga dan tikus di lingkungan kita. Saran yang diberikan biasanya berupa : penutupan akses masuknya tikus ke dalam ruangan, penangan sampah yang mengundang lalat dan tikus dan lain sebagainya.

Penangan keluhan dan garansi bisa menjadi parameter penting dalam penilaian calon vendor. Penangan keluhan adalah berapa lama keluhan yang dilaporkan untuk ditindaklanjuti. Sedangkan garansi adalah garansi dari pekerjaan mereka. Ada yang berani memberi garansi akan memberikan treatment tambahan tanpa biaya tambahan kalau ada serangan tikus, ada yang mau mencari dan membuang bangkai tikus dan lain sebagainya.

Biasanya garansi hanya berlaku untuk tikus. Untuk nyamuk dan serangga terbang tidak termasuk garansi. Karena sumbernya bisa dari tempat sekitar yang jauh yang tidak ada program pest contorl.

Aspek Tambahan

Aspek ini merupakan aspek pelengkap. Nama dan jumlah klien yang ditangani bisa menjadi nilai tambah dari masing-masing calon vendor pest control. Selain itu juga membuat lebih mudah bagi kita untuk memilihnya. Secara logika, semakin banyak klien dan klien besar yang ditangani boleh dibilang kualitas pelayanannya bisa diandalkan.

Bagaimana Menunjuk Vendor Pest Control?

Pertama kali yang harus dilakukan calon vendor adalah melakukan survey lapangan. Setelah itu mereka meminta data luas kasar dari area yang masuk dalam pest control dan denah bangunan. Dari hasil survey yang telah dilakukan, mereka akan memberikan proposal penawaran yang terdiri dari :

  • Harga,
  • Rencana treatment (initial treatment, regular treatment, berapa kali visit, kunjungan) ,
  • Jenis hama, serangga dan tikus yang ada
  • Pestisida yang digunakan,
  • Pelaporan kerja,
  • Penanganan keluhan,
  • Garansi
  • Daftar klien.

Jangan lupa untuk meminta peta umpan (bait) dan jebakan (glue trap) serta berapa titik dan dokumen legalitasnya. Karena ini biasanya tidak dimasukkan dalam proposal. Mereka tidak akan memberikan kalau tidak diminta.

Kalau berdasarkan pengalaman, biasanya rencana penanganan, teknik-teknik penangan dan pestisida yang digunakan antar vendor tidak jauh berbeda. Tidak ada yang istimewa. Yang membedakan antara satu dan lainnya adalah kualitas pelayananya berupa penanganan keluhan dan garansinya. Carilah vendor yang memberikan pelayanan keluhan paling cepat. Ada vendor yang berani memberikan janji kalau keluhan disampaikan sebelumnya jam makan siang, maka hari itu juga langsung ditindaklanjuti. Lebih dari itu baru besok ditangani. Kemudian cari juga vendor yang berani memberikan garansi extra treatment tanpa biaya tambahan dan membuang tikus atau serangga yang terkena umpan atau jebakannya.

Yang Harus Diperhatikan

Ketika sudah menunjuk vendornya, selama pelaksanaan kerja sama perhatikan hal-hal di bawah ini.

  • Pastikan vendor melakukan treatment sesuai jadwal kunjungan.
  • Pastikan bahwa rencana umpan (bait) dan jebakan (glue trap) diperbaharui setiap tiga bulan. Titik-titiknya diubah. Hal ini untuk menjaga efektivitas mengendalikan populasi tikus. Tikus adalah binatang yang penuh curiga. Kalau ada temannya yang terkena jebakan di sebuah titik, maka waktu berikutnya mereka akan mencari jalur lain. Makanya perlu diperbaharui.
  • Ikuti saran-saran dari vendor untuk meningkatkan efektivitas program pest control. Serangga dan tikus berada di tempat kita tentu ada penyebabnya. Misalnya hindari adanya tumpukan sampah yang mengundang lalat, tumpukan barang dan lain-lain.

Demikianlah ulasan mengenai bagaimana menyeleksi vendor pest control. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah diterapkan di lapangan. Kalau ada ketidakjelasan mengenai prosedurnya, silahkan sampaikan di kolom komentar. Terima kasih.

sumber foto:

  1. Alexas_Fotos
  2. ernestoeslava

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.