Cara Bodoh Seleksi Supplier Buat Barang Yang Belum Jelas

Cara Bodoh Seleksi Supplier Untuk Barang yang Spesifikasinya Belum Diketahui

Menyeleksi supplier adalah perkara yang mudah – mudah susah. Dikatakan mudah, jika kita sudah mengetahui spesifikasi barang yang mau dibeli. Dikatakan susah jika kita tidak tahu sama sekali spesifikasinya. Namanya aja baru denger, begitulah kira – kira.

Misalnya suatu saat, atasan menginstruksikan kita mencari supplier mesin pengolah air reverse osmosis (RO) atau mesin dust collector. Kebetulan kita tidak tahu apa – apa soal barang tersebut. Ketidaktahuan kita biasanya disebabkan oleh : (1) barang ini belum pernah dibeli sebelumnya, (2) latar belakang pendidikan dan (3) tugas utama kita (main responsibility) yang berbeda/ tidak ada hubungannya. Tapi yang namanya instruksi atasan, mau tidak mau harus dikerjakan walau pun tidak tahu apa – apa.

Tapi jangan takut, walau pun kita belum tahu spesifikasinya, kita masih bisa menyeleksi supplier dengan mudahnya. Di bawah ini kami mau berbagi bagaimana caranya menyeleksi supplier barang yang spesifikasinya belum jelas. Bisa dibilang ini cara bodoh untuk menyeleksi supplier untuk barang yang belum jelas. Dikatakan bodoh karena kita memang benar – benar tidak tahu barang tersebut.

1. Buat parameter seleksi

Kalau sudah ada prosedur seleksinya kita tinggal gunakan kalau belum ada maka kita bisa membuatnya seperti pada postingan sebelumnya. Seleksi supplier untuk pemula dan seleksi supplir untuk tahap lanjut.

2. Membuat janji bertemu supplier

Setelah parameter dan penjelasannya sudah ditentukan maka kita menghubungi para calon supplier. Informasi ini bisa kita dapatkan dari yellow pages, internet atau teman – teman di luar perusahaan. Kemudian kita membuat appointment untuk bertemu dengan calon suplier.

3. Minta supplier presentasi

Dalam pertemuan dengan calon suplier, kita minta suplier mempresentasikan produknya. Karena kita masih “bodoh” alias belum tahu sama sekali pada pertemuan suplier yang pertama kita biarkan dia mempresentasikan apa saja mengenai produknya. Terkadang kalau kita beruntung akan bertemu dengan suplier yang mampu memberikan penjelasan yang gamblang mengani barang tersebut. Mereka mampu menjelaskan prinsip dasarnya, cara kerja, kelebihan dan kekurangannya, berapa nilai ekonomisnya dan seterusnya.

4. Catat semua penjelasan dari supplier

Dari hasil presentasi catat semua mengenai semua spesifikasi dan aspek terkait dari barang tersebut. Ini menjadi bahan bagi untuk tahapan selanjutnya.

5. Konfrontasikan dengan pendapat supplier sebelumnya dengan supplier berikutnya

Ketika bertemu supplier kedua dan seterusnya konfrontasikan atau tanyakan ulang semua penjelasan dari supplier sebelumnya. Misalnya kita katakan : ada yang bilang untuk tipe debu produk kami filter mesin dust collector yang digunakan adalah filter yang terbuat dari kain. Benar tidak? Kita menanyakan ini karena suplier sebelumnya menyarankan filter mesin dust collector yang kita gunakan menggunakan jenis kain.
Nanti supplier baru ini akan memberi jawaban. Bisa saja jawabannya sama, bisa saja berbeda. Kalau berbeda kita tanyakan mengapa berbeda. Jadi kita hanya menanyakan ulang apa – apa yang dikatakan oleh supplier sebelumnya dan tulis semua jawabannya. Inilah yang disebut dengan cara bodoh seleksi supplier untuk barang yang belum jelas spesifikasinya.

Dengan bertemunya banyak supplier dan menanyakan sebagian hal yang sama dari spesifikasi barang yang kita akan beli maka lama kelamaan kita akan mengetahui spesifikasi barang yang benar – benar kita ingin beli. Selain itu juga kita akan mengetahu mana supplier yang memang pintar beneran dan yang pintar bohongan alias omong doang saja (mohon maaf untuk istilah ini he he he).

6. Buat kesimpulan

Setelah kita bertemu banyak supplier dan banyak melakukan tanya jawab, maka kita bisa membuat kesimpulan. Kita bisa menentukan spesifikasi dan hal – hal terkait dari barang yang akan kita beli. Cara bodohnya adalah kita menganggap benar jika kebanyakan supplier mengatakan hal yang sama. Misalnya dari 6 suplier yang diundang, 4 mengatakan bahwa filter mesin dust collector yang sesuai dengan produk kita adalah tipe bag filter. Maka kita menganggap pendapat ini yang benar. Kemudian kita cari untuk item – item yang lain hingga pada akhirnya kita bisa menentukan spesifkasinya.

Misalnya untuk mesin dust collector untuk debu produk TWC dan compact powder :

  • menggunakan bag filter,
  • mempunyai air flow 15.000 – 22.000 m3/hour,
  • cleaning system jet pulser,
  • lebih cocok sentralisasi bukan desentralisasi maupun moveable unit dan seterusnya.

Dan pada akhirnya kita sudah tahu supplier mana yang akan kita tunjuk.

Jadi ketidaktahuan kita mengenai spesifikasi barang yang akan kita beli, tidak menjadi halangan bagi kita untuk menyeleksi supplier. Dngan cara bodoh menyeleksi supplier buat barang yang belum jelas maka kita dengan mudah menentukan spesifikasinya dan mendapatkan supplier yang sesuai dengan kriteria kita. Selamat menggunakan cara bodoh ini!