Tips Penempatan Karyawan Agar Kinerjanya Melampaui Harapan

By | Mei 15, 2019

Di dalam penerimaan atau penempatan karyawan, prinsip the right man in the right job perlu diperhatikan agar karyawan ini mempunyai kinerja yang melampaui harapan perusahaan. Untuk mencapainya ada beberapa kriteria yang bisa digunakan untuk penerimaan atau penempatan karyawan. Kriteria atau parameter ini telah diterapkan bertahun-tahun oleh Pak Theodore Permadi Rachmat, pemilik group usaha Triputra dan mantan direktur utama Astra Internasional yang paling lama menjabat.

Ada pun kriterianya seperti yang tertera di bawah. Perlu diperhatikan bahwa kriteria ini disusun berdasarkan berdasarkan dari yang paling penting.

1. Karakter
Kriteia yang yang paling penting adalah pilihlah orang yang mempunyai karakter yang baik. Dia jujur, baik, mempunyai integritas dan lain sebagainya. Kalau dihadapkan dua calon karyawan. Satu karakternya baik, tetapi kompetensinya biasa-biasa saja. Sedangkan yang satunya lagi karakternya kurang, tetapi kompetensinya tinggi sekali. Yang mana yang kita akan pilih?

Dalam kasus ini, lebih baik memilih karyawan yang karakternya baik, walau pun kompetensinya biasa-biasa saja. Karena lebih mudah meningkatkan kompetensi seseorang, dibandingkan merubah karakternya. Karena karakter ini sudah terbentuk bertahun-tahun lamanya.





Dan buat para pencari kerja, carilah pekerjaan atau tempat bekerja yang kira-kira sama dengan valuenya. Karena seperti mencari pasangan hidup, ada budaya perusahaan yang cocok dengan kita dan ada yang tidak.

2. Passion
Istilah ini begitu populer akhir-akhir ini, seiring dengan adanya istilah generasi milenial. Passion adalah sesuatu dimana kita tidak pernah bosan melakukannya. Lalu ada pertanyannya kenapa sih anak-anak sekarang sangat concern dengan passion mereka dalam bekerja? Kok berbeda sekali dengan generasi-generasi sebelumnya? 

Ingat generasi sebelumnya adalah generasi yang susah. Maka dalam mencari kerja, tidak banyak menuntut masalah kesesuaian dengan passion. Sudah diterima bekerja sudah untung, begitu kira-kira fikirnya. Karena yang mereka cari adalah kemapanan; bagaimana agar keluar dari kesusahan.

Berbeda dengan zaman sekarang. Mereka, para generasi milineal, lahir sudah dalam hidup yang berkecukupan. Rumah sudah ada, kendaraan sudah ada, baby sitter sudah ada. Maka dalam bekerja yang dicari bukan lagi kemapanan, melainkan kebermaknaan. Karena hidup mereka sudah mapan. Makanya mereka sangat concern dengan  yang namanya passion.

Keuntungan mempekerjakan seseorang berdasarkan passion-nya seperti tagline deterjen zaman dulu : mencuci sendiri. Karena sesuai dengan passion-nya, maka tidak dibutuhkan pengawasan yang ekstra dalam bekerja. Mereka juga mau mengerahkan segala dayanya, melebihi jam kantornya dalam melaksanakan pekerjaannya. Karena sesuai dengan passion-nya, maka mereka tidak pernah bosan melakukannya atau ada yang mengatakan mereka tidak bekerja tetapi melakukan yang mereka sukai.

Namun perlu diperhatikan, passion berbeda dengan mood. Passion itu adalah kita akan stick with that, meskipun berada dalam kondisi yang sulit. Tidak akan berpindah ke lain hati. Kalau setiap menghadapi kesulitan, mencari kerja yang lain itu bukan passion namanya. Itu yang disebut dengan mood

3. Kompetensi
Nah, ini yang terakhir adalah kompetensi. Kompetensi adalah pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan sikap (trait) yang dibutuhkan untuk mengerjakakan sesuatu. Ini diletakkan di urutan terakhir, karena bisa dilatih, bisa di-upgrade. Kalau kita dihadapkan dengan dua kandidat yang karakter dan passion-nya sama-sama baik, maka barulah kita menggunakan kriteria ini dalam penerimaan karyawan.

Kalau kita memperhatikan tiga kriteria ini, mudah-mudahan kita menerima dan menempatkan orang sesuai pada tempatnya. Sehingga mereka akan memberikan hasil yang luar biasa untuk perusahaan.

sumber foto : rawpixel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.