Monthly Archives: February 2016

Cara Membuat E-mail dan Menjawab E-mail di Tempat Kerja

Etika Ber-e-mail di Tempat Kerja

etika beremail di tempat kerja

Kelancaran dalam pekerjaan ditunjang dengan adanya komunikasi yang baik. Maksud dari seseorang bisa tersampaikan atau dapat diterima oleh penerima pesan sehingga dapat dikerjakan. Komunikasi di tempat kerja bisa menggunakan berbagai media salah satunya adalah surat elektronik (surel) atau e-mail. Walau pun terkesannya sepele masih saja ada karyawan yang belum bisa membuat e-mail dan mengirim e-mail  sebagaimana harusnya dalam bekerja.
Seperti yang pernah dialami oleh seorang atasan di sebuah perusahaan, dimana dia harus membaca dua tiga kali e-mail dari staff-nya untuk menangkap maksud dari e-mail tersebut. Hal ini jelas – jelas membuang waktu dan bisa salah tangkap.

Agar Karyawan Mau Memakai Alat Pelindung Diri (APD)

Tips Mendisiplinkan Karyawan dalam Memakai Alat Pelindung Diri (APD)

alat pelindung diri

Tujuan dari menggunakan alat pelindung diri (APD) adalah untuk melindungi karyawan. Selain itu juga sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit kerja dari potensi bahaya yang ada di perusahaan. Karyawan yang sehat akan memberikan kinerja terbaiknya. Produktivitas meningkat dan perusahaan mengalami kemajuan.

Karena pentingnya memakai alat pelindung diri, perusahaan melalui departemen safety health and environment (SHE) menggalakan penggunaan alat pelindung diri(APD). Departemen ini bertanggung jawab untuk menyediakan APD yang sesuai serta melatih cara memakainya kepada seluruh karyawan.

Namun walau pun sudah ditraining, disediakan APD yang memadai, masih saja ada karyawan yang membandel; Masih saja kedapatan karyawan yang tidak memakai APD. Kalau pun dipakai, pemakaiannya tidak semestinya. Misalnya sepatu safety dipakai sambil diinjak, masker hanya menyangkut di mulut; hidung masih terlihat dan lain sebagainya.

Cara Bodoh Seleksi Supplier Buat Barang Yang Belum Jelas

Cara Bodoh Seleksi Supplier Untuk Barang yang Spesifikasinya Belum Diketahui

Menyeleksi supplier adalah perkara yang mudah – mudah susah. Dikatakan mudah, jika kita sudah mengetahui spesifikasi barang yang mau dibeli. Dikatakan susah jika kita tidak tahu sama sekali spesifikasinya. Namanya aja baru denger, begitulah kira – kira.

Misalnya suatu saat, atasan menginstruksikan kita mencari supplier mesin pengolah air reverse osmosis (RO) atau mesin dust collector. Kebetulan kita tidak tahu apa – apa soal barang tersebut. Ketidaktahuan kita biasanya disebabkan oleh : (1) barang ini belum pernah dibeli sebelumnya, (2) latar belakang pendidikan dan (3) tugas utama kita (main responsibility) yang berbeda/ tidak ada hubungannya. Tapi yang namanya instruksi atasan, mau tidak mau harus dikerjakan walau pun tidak tahu apa – apa.

Tapi jangan takut, walau pun kita belum tahu spesifikasinya, kita masih bisa menyeleksi supplier dengan mudahnya.

Bagaimana Mengetahui Calon Supplier Berbohong atau Tidak

Dua Hal yang Harus Dilakukan Dalam Seleksi Supplier

Tahap akhir dari seleksi supplier adalah memutuskan apakah para supplier tersebut memenuhi kualifikasi atau tidak. Apakah supplier ini berbohong atau tidak? Walau pun kita sudah bertemu dengan para supplier dan mengajukan beberapa pertanyaan, namun kita masih ragu dengan hasilnya. Apalagi dalam prakteknya perwakilan dari supplier ada yang pintar berkomunikasi (baca pintar ngomong) dan ada yang tidak.

Cara Menyeleksi Supplier Tahap Lanjut

Jika Cara Seleksi Supplier Tidak Memberikan Hasil yang Diharapkan

Dalam proses pengadaan barang dan jasa, terkadang kita menghadapi situasi seperti ini : seleksi supplier sudah dilakukan dan sudah ditunjuk untuk menyuplai bahan baku atau barang ke perusahaan. Namun hasilnya setelah dievaluasi supplier bekerja tidak sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan cara kita melakukan seleksi supplier sebelumnya tidak berhasil menilai para supplier dengan akurat. Kalau kondisi seperti ini maka cara menyeleksi supplier-nya harus diperbaiki agar tujuan kita tercapai. Kita membutuhkan cara menyeleksi supplier yang lebih baik; seleksi supplier tahap lanjut agar bisa menilai supplier lebih akurat.

Seleksi supplier secara sederhana memang mudah dilakukan oleh siapa pun termasuk bagi yang belum pernah melakukan sebelumnya. Namun kelemahannya adalah hasilnya bisa kurang akurat kalau para calon supplier mempunyai kemampuan yang tidak terlalu jauh berbeda.