Bagaimana Cara Merekrut Calon Karyawan Yang Efektif

Cara Merekrut Calon Karyawan

Berdasarkan data BPS di tahun 2013 dinyatakan ada 1 juta lebih (tepatnya 1 051 944) para pencari kerja terdaftar dan lowongan kerja yang tersedia baru 50% lebih (tepatnya  612 699) yang mampu menyerapnya . Sekilas kalau membaca data ini, seharusnya perusahaan tidak kesulitan mencari orang untuk memenuhi kebutuhan karyawannya. Karena jumlah orang yang mencari kerja hampir dua kali lipat dari pada jumlah pekerjaan yang tersedia. Namun faktanya sampai hari ini  perusahaan – perusahaan masih saja mengiklankan mencari karyawan untuk mengisi  posisi yang dibutuhkan di berbagai media. Dalam data BPS juga disebutkan bahwa baru 66.67% lowongan kerja itu terisi. Bisa disimpulkan sumber tenaga kerja yang melimpah belum semuanya yang memenuhi ekspetasi para pelaku industri sehingga masih ada posisi yang lowong. Namun di pada kesempatan kali ini kami tidak mau membahas mengenai kesenjangan kualitas SDM para pencari kerja ini.

Pengertian Kualitas Yang Kita Kenal

apa-itu-kualitas

Apa itu kualitas?

Kalau kita mau membeli barang atau atau menyewa jasa, biasanya bertemu dengan penawaran barang atau jasa yang diembel – embeli produk berkualitas tinggi, kualitasnya terjamin, kualitas nomor 1 (satu) dan kualitas – kualitas lainnya. Mendengar kata kualitas. Sebenarnya kualitas itu apa sih? Kualitas dari produk atau jasa merujuk kepada persepsi sejauh mana produk atau jasa memenuhi harapan dari pelanggan (consumer). Kualitas tidak memiliki arti khusus kecuali berhubungan dengan fungsi dan/ atau objek tertentu.

Arti kualitas itu sendiri pun mengalami beberapa perkembangan definisi dari waktu ke waktu. Di bawah ini beberapa definisi mengenai kualitas (dan sebenarnya masih banyak definisi kualitas yang tidak ditulis di sini).

Tips Memilih Konsultan Pertama Kalinya

tips-memilih-konsultan-pertama-kali

A consultant is someone who borrows your watch to tell you the time, then keeps your watch and charges you.

Mengapa kita membutuhkan konsultan?

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dilakukan dengan memperbaiki proses, menstandarkan cara kerja, memakai teknologi terbaru, menerapkan sistem manajemen mutu dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaaannya, agar berjalan dengan efektif dan efisien, sering pihak perusahaan memakai jasa dari pihak luar yang biasa kita disebut sebagai konsultan. Namun kalau tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai kriteria konsultan yang mau kita pakai jasanya, bisa – bisa kita akan memperkerjakan orang yang tidak tepat. Sudah bayar mereka mahal – mahal namun kita tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Jadi pada kesempatan kali kami akan berbagi pengalaman tips memilih konsultan untuk pertama kalinya. Sehingga jika suatu pagi atasan menelpon minta dicarikan konsultan, kita sudah mempunyai bekal yang cukup.

Cara Pengadaan Barang dan Jasa Agar Tidak Salah Beli

Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa yang Benar Agar Purchasing Tidak Salah Pesan

prosedur pengadaan barang dan jasa

Atasan saya pernah bercerita bahwa di tempat kerjanya sebelumnya tidak ada karyawan yang mau ditempatkan di bagian purchasing (pembelian). Hal ini disebabkan karena karyawan di bagian purchasing sering dimarahi oleh end user dari departemen lain karena salah dalam pengadaan barang dan jasa : Salah beli barang, salah sewa jasa. Belum lagi kalau harganya kemahalan.

Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi prosedur pengadaan barang dan jasa yang benar agar staff purchasing tidak melakukan kesalahan lagi dalam pengadaan barang dan jasa.

Cara Membuat E-mail dan Menjawab E-mail di Tempat Kerja

Etika Ber-e-mail di Tempat Kerja

etika beremail di tempat kerja

Kelancaran dalam pekerjaan ditunjang dengan adanya komunikasi yang baik. Maksud dari seseorang bisa tersampaikan atau dapat diterima oleh penerima pesan sehingga dapat dikerjakan. Komunikasi di tempat kerja bisa menggunakan berbagai media salah satunya adalah surat elektronik (surel) atau e-mail. Walau pun terkesannya sepele masih saja ada karyawan yang belum bisa membuat e-mail dan mengirim e-mail  sebagaimana harusnya dalam bekerja.
Seperti yang pernah dialami oleh seorang atasan di sebuah perusahaan, dimana dia harus membaca dua tiga kali e-mail dari staff-nya untuk menangkap maksud dari e-mail tersebut. Hal ini jelas – jelas membuang waktu dan bisa salah tangkap.

Agar Karyawan Mau Memakai Alat Pelindung Diri (APD)

Tips Mendisiplinkan Karyawan dalam Memakai Alat Pelindung Diri (APD)

alat pelindung diri

Tujuan dari menggunakan alat pelindung diri (APD) adalah untuk melindungi karyawan. Selain itu juga sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit kerja dari potensi bahaya yang ada di perusahaan. Karyawan yang sehat akan memberikan kinerja terbaiknya. Produktivitas meningkat dan perusahaan mengalami kemajuan.

Karena pentingnya memakai alat pelindung diri, perusahaan melalui departemen safety health and environment (SHE) menggalakan penggunaan alat pelindung diri(APD). Departemen ini bertanggung jawab untuk menyediakan APD yang sesuai serta melatih cara memakainya kepada seluruh karyawan.

Namun walau pun sudah ditraining, disediakan APD yang memadai, masih saja ada karyawan yang membandel; Masih saja kedapatan karyawan yang tidak memakai APD. Kalau pun dipakai, pemakaiannya tidak semestinya. Misalnya sepatu safety dipakai sambil diinjak, masker hanya menyangkut di mulut; hidung masih terlihat dan lain sebagainya.

Cara Bodoh Seleksi Supplier Buat Barang Yang Belum Jelas

Cara Bodoh Seleksi Supplier Untuk Barang yang Spesifikasinya Belum Diketahui

Menyeleksi supplier adalah perkara yang mudah – mudah susah. Dikatakan mudah, jika kita sudah mengetahui spesifikasi barang yang mau dibeli. Dikatakan susah jika kita tidak tahu sama sekali spesifikasinya. Namanya aja baru denger, begitulah kira – kira.

Misalnya suatu saat, atasan menginstruksikan kita mencari supplier mesin pengolah air reverse osmosis (RO) atau mesin dust collector. Kebetulan kita tidak tahu apa – apa soal barang tersebut. Ketidaktahuan kita biasanya disebabkan oleh : (1) barang ini belum pernah dibeli sebelumnya, (2) latar belakang pendidikan dan (3) tugas utama kita (main responsibility) yang berbeda/ tidak ada hubungannya. Tapi yang namanya instruksi atasan, mau tidak mau harus dikerjakan walau pun tidak tahu apa – apa.

Tapi jangan takut, walau pun kita belum tahu spesifikasinya, kita masih bisa menyeleksi supplier dengan mudahnya.

Bagaimana Mengetahui Calon Supplier Berbohong atau Tidak

Dua Hal yang Harus Dilakukan Dalam Seleksi Supplier

Tahap akhir dari seleksi supplier adalah memutuskan apakah para supplier tersebut memenuhi kualifikasi atau tidak. Apakah supplier ini berbohong atau tidak? Walau pun kita sudah bertemu dengan para supplier dan mengajukan beberapa pertanyaan, namun kita masih ragu dengan hasilnya. Apalagi dalam prakteknya perwakilan dari supplier ada yang pintar berkomunikasi (baca pintar ngomong) dan ada yang tidak.

Cara Menyeleksi Supplier Tahap Lanjut

Jika Cara Seleksi Supplier Tidak Memberikan Hasil yang Diharapkan

Dalam proses pengadaan barang dan jasa, terkadang kita menghadapi situasi seperti ini : seleksi supplier sudah dilakukan dan sudah ditunjuk untuk menyuplai bahan baku atau barang ke perusahaan. Namun hasilnya setelah dievaluasi supplier bekerja tidak sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan cara kita melakukan seleksi supplier sebelumnya tidak berhasil menilai para supplier dengan akurat. Kalau kondisi seperti ini maka cara menyeleksi supplier-nya harus diperbaiki agar tujuan kita tercapai. Kita membutuhkan cara menyeleksi supplier yang lebih baik; seleksi supplier tahap lanjut agar bisa menilai supplier lebih akurat.

Seleksi supplier secara sederhana memang mudah dilakukan oleh siapa pun termasuk bagi yang belum pernah melakukan sebelumnya. Namun kelemahannya adalah hasilnya bisa kurang akurat kalau para calon supplier mempunyai kemampuan yang tidak terlalu jauh berbeda.

Cara Mudah Menyeleksi Supplier

Tahapan – tahapan untuk melakukan seleksi supplier bagi pemula/ karyawan baru

Bagi karyawan perusahaan besar melakukan seleksi supplier merupakan kegiatan yang biasa – biasa saja. Tapi tidak bagi karyawan UKM (usaha kecil menengah).

Pada umumnya UKM belum mempunyai prosedur tetap dan menerapkan seleksi supplier untuk menentukan para supplier. Biasanya mereka menunjuk satu pihak (saja) untuk menyuplai bahan baku dan barang – barang lain untuk kegiatan produksi mereka. Pihak ini bisa teman, kerabat atau kenalan mereka.

Seleksi supplier adalah kegiatan untuk menilai kemampuan para calon supplier (biasanya dua atau lebih calon supplier) dengan tujuan mendapatkan supplier yang mampu menyuplai bahan baku atau barang dengan kualitas yang kita tentukan/ kualitas bagus, harga yang murah, suplai yang kontinyu dan pengiriman yang tepat waktu. Jadi tidak salah juga, jika supplier kita merupakan teman, kerabat atau kenalan asalkan mampu memenuhi hal – hal tersebut.

Pada postingan kali ini, kami berbagi pengalaman bagaimana cara mudah untuk menyeleksi supplier untuk UKM atau para karyawan yang belum pernah melakukan kegiatan ini.