Tahapan Menerapkan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB)

Di bawah ini adalah daftar modul pelatihan Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB)

  1. Quality Manual
  2. Personalia
  3. Peralatan
  4. Sanitasi dan Higiena
  5. Produksi
  6. Quality Control
  7. Dokumentasi
  8. Penyimpanan
  9. Kontrak Produksi dan Pengujian
  10. Audit Internal
  11. Penanganan Keluhan
  12. Penarikan Produk

 

 

Download File Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB)

Untuk menghasilkan mutu kosmetik yang baik maka perlu diterapkannya Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB). Penerapan CPKB merupakan persyaratan kelayakan dasar untuk menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan yang diakui dunia internasional. Terlebih lagi untuk mengantisipasi pasar bebas di era globalisasi maka penerapan CPKB merupakan nilai tambah bagi produk kosmetik Indonesia untuk bersaing dengan produk sejenis dari negara lain baik di pasar dalam negeri maupu internasional.

Adapun tujuan dari CPKB adalah,
Secara Umum:

  1. Melindungi masyarakat terhadap hal-hal yang merugikan dari penggunaan kosmetik yang tidak memenuhi persyaratan standar mutu dan keamanan.
  2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kosmetik Indonesia dalam era pasar bebas.

Secara Khusus :

  1. Dengan dipahaminya penerapan CPKB oleh para pelaku usaha industri Kosmetik sehingga bermanfaat bagi perkembangan industri Kosmetik.
  2. Diterapkannya CPKB secara konsisten oleh industri Kosmetik

CPKB memuat aspek-aspek pokok sebagai berikut:

Sistem Manajemen Mutu
Ketentuan Umum
Personalia
Bangunan dan Fasilitas
Peralatan
Sanitasi dan Higiene
Produksi
Pengawasan Mutu
Dokumentasi
Audit Internal
Penyimpanan
Kontrak Produksi dan Pengujian
Penangan Keluhan dan Penarikan Produk

Untuk pelaksanaannya pemerintah melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan telah mengeluarkan ketentuan mengenai Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dan Petunjuk Operasional – nya sehingga para pelaku industri bisa menerapkannya dengan baik.

Di bawah ini adalah file mengenai CPKB yang bisa didownload

  1. Cara Pemakaian Kosmetik yang Baik
  2. Petunjuk Operasional CPKB

Bagaimana Cara Merekrut Calon Karyawan Yang Efektif

Cara Merekrut Calon Karyawan

Berdasarkan data BPS di tahun 2013 dinyatakan ada 1 juta lebih (tepatnya 1 051 944) para pencari kerja terdaftar dan lowongan kerja yang tersedia baru 50% lebih (tepatnya  612 699) yang mampu menyerapnya . Sekilas kalau membaca data ini, seharusnya perusahaan tidak kesulitan mencari orang untuk memenuhi kebutuhan karyawannya. Karena jumlah orang yang mencari kerja hampir dua kali lipat dari pada jumlah pekerjaan yang tersedia. Namun faktanya sampai hari ini  perusahaan – perusahaan masih saja mengiklankan mencari karyawan untuk mengisi  posisi yang dibutuhkan di berbagai media. Dalam data BPS juga disebutkan bahwa baru 66.67% lowongan kerja itu terisi. Bisa disimpulkan sumber tenaga kerja yang melimpah belum semuanya yang memenuhi ekspetasi para pelaku industri sehingga masih ada posisi yang lowong. Namun di pada kesempatan kali ini kami tidak mau membahas mengenai kesenjangan kualitas SDM para pencari kerja ini.

Pengertian Kualitas Yang Kita Kenal

apa-itu-kualitas

Apa itu kualitas?

Kalau kita mau membeli barang atau atau menyewa jasa, biasanya bertemu dengan penawaran barang atau jasa yang diembel – embeli produk berkualitas tinggi, kualitasnya terjamin, kualitas nomor 1 (satu) dan kualitas – kualitas lainnya. Mendengar kata kualitas. Sebenarnya kualitas itu apa sih? Kualitas dari produk atau jasa merujuk kepada persepsi sejauh mana produk atau jasa memenuhi harapan dari pelanggan (consumer). Kualitas tidak memiliki arti khusus kecuali berhubungan dengan fungsi dan/ atau objek tertentu.

Arti kualitas itu sendiri pun mengalami beberapa perkembangan definisi dari waktu ke waktu. Di bawah ini beberapa definisi mengenai kualitas (dan sebenarnya masih banyak definisi kualitas yang tidak ditulis di sini).

Tips Memilih Konsultan Pertama Kalinya

tips-memilih-konsultan-pertama-kali

A consultant is someone who borrows your watch to tell you the time, then keeps your watch and charges you.

Mengapa kita membutuhkan konsultan?

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dilakukan dengan memperbaiki proses, menstandarkan cara kerja, memakai teknologi terbaru, menerapkan sistem manajemen mutu dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaaannya, agar berjalan dengan efektif dan efisien, sering pihak perusahaan memakai jasa dari pihak luar yang biasa kita disebut sebagai konsultan. Namun kalau tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai kriteria konsultan yang mau kita pakai jasanya, bisa – bisa kita akan memperkerjakan orang yang tidak tepat. Sudah bayar mereka mahal – mahal namun kita tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Jadi pada kesempatan kali kami akan berbagi pengalaman tips memilih konsultan untuk pertama kalinya. Sehingga jika suatu pagi atasan menelpon minta dicarikan konsultan, kita sudah mempunyai bekal yang cukup.

Cara Pengadaan Barang dan Jasa Agar Tidak Salah Beli

Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa yang Benar Agar Purchasing Tidak Salah Pesan

prosedur pengadaan barang dan jasa

Atasan saya pernah bercerita bahwa di tempat kerjanya sebelumnya tidak ada karyawan yang mau ditempatkan di bagian purchasing (pembelian). Hal ini disebabkan karena karyawan di bagian purchasing sering dimarahi oleh end user dari departemen lain karena salah dalam pengadaan barang dan jasa : Salah beli barang, salah sewa jasa. Belum lagi kalau harganya kemahalan.

Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi prosedur pengadaan barang dan jasa yang benar agar staff purchasing tidak melakukan kesalahan lagi dalam pengadaan barang dan jasa.

Cara Membuat E-mail dan Menjawab E-mail di Tempat Kerja

Etika Ber-e-mail di Tempat Kerja

etika beremail di tempat kerja

Kelancaran dalam pekerjaan ditunjang dengan adanya komunikasi yang baik. Maksud dari seseorang bisa tersampaikan atau dapat diterima oleh penerima pesan sehingga dapat dikerjakan. Komunikasi di tempat kerja bisa menggunakan berbagai media salah satunya adalah surat elektronik (surel) atau e-mail. Walau pun terkesannya sepele masih saja ada karyawan yang belum bisa membuat e-mail dan mengirim e-mail  sebagaimana harusnya dalam bekerja.
Seperti yang pernah dialami oleh seorang atasan di sebuah perusahaan, dimana dia harus membaca dua tiga kali e-mail dari staff-nya untuk menangkap maksud dari e-mail tersebut. Hal ini jelas – jelas membuang waktu dan bisa salah tangkap.

Agar Karyawan Mau Memakai Alat Pelindung Diri (APD)

Tips Mendisiplinkan Karyawan dalam Memakai Alat Pelindung Diri (APD)

alat pelindung diri

Tujuan dari menggunakan alat pelindung diri (APD) adalah untuk melindungi karyawan. Selain itu juga sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit kerja dari potensi bahaya yang ada di perusahaan. Karyawan yang sehat akan memberikan kinerja terbaiknya. Produktivitas meningkat dan perusahaan mengalami kemajuan.

Karena pentingnya memakai alat pelindung diri, perusahaan melalui departemen safety health and environment (SHE) menggalakan penggunaan alat pelindung diri(APD). Departemen ini bertanggung jawab untuk menyediakan APD yang sesuai serta melatih cara memakainya kepada seluruh karyawan.

Namun walau pun sudah ditraining, disediakan APD yang memadai, masih saja ada karyawan yang membandel; Masih saja kedapatan karyawan yang tidak memakai APD. Kalau pun dipakai, pemakaiannya tidak semestinya. Misalnya sepatu safety dipakai sambil diinjak, masker hanya menyangkut di mulut; hidung masih terlihat dan lain sebagainya.

Cara Bodoh Seleksi Supplier Buat Barang Yang Belum Jelas

Cara Bodoh Seleksi Supplier Untuk Barang yang Spesifikasinya Belum Diketahui

Menyeleksi supplier adalah perkara yang mudah – mudah susah. Dikatakan mudah, jika kita sudah mengetahui spesifikasi barang yang mau dibeli. Dikatakan susah jika kita tidak tahu sama sekali spesifikasinya. Namanya aja baru denger, begitulah kira – kira.

Misalnya suatu saat, atasan menginstruksikan kita mencari supplier mesin pengolah air reverse osmosis (RO) atau mesin dust collector. Kebetulan kita tidak tahu apa – apa soal barang tersebut. Ketidaktahuan kita biasanya disebabkan oleh : (1) barang ini belum pernah dibeli sebelumnya, (2) latar belakang pendidikan dan (3) tugas utama kita (main responsibility) yang berbeda/ tidak ada hubungannya. Tapi yang namanya instruksi atasan, mau tidak mau harus dikerjakan walau pun tidak tahu apa – apa.

Tapi jangan takut, walau pun kita belum tahu spesifikasinya, kita masih bisa menyeleksi supplier dengan mudahnya.