Beberapa Jenis Alat Pelindung Diri (APD) dan Manfaatnya

Untuk jenis pekerjaan atau kondisi bekerja tertentu, pekerja diharuskan mengenakan alat pelindung diri atau APD. Ada pun tujuan dari penggunaan alat pelindung diri (APD) antara lain adalah untuk :
1. Melindungi tenaga kerja, apabila usaha rekayasa (engineering) dan administratif tidak dapat dilakukan dengan baik.
2. Meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja
3. Menciptakan lingkungan kerja yang aman
4. Melindungi pekerja dari bahaya akibat pekerjaannya.
5. Menurunkan tingkat resiko akibat kecelakaan terhadap pekerja.

Yang perlu diingat adalah APD yang dipakai mesti penuhi syarat-syarat yaitu enak digunakan, tak menggangu kerja, memberi perlindungan yang efisien pada jenis bahaya.

Jenis – jenis APD yang digunakan dalam bekerja sudah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/Men/VII/2010 Tentang Alat Pelindung Diri. APD terdiri dari :

Cara Menyeleksi Vendor Pest Control

Beda Pest Control, Rodent Control  dan Termite Control

tikus hewan pengerat

tikus hewan pengerat

Pada industri tertentu seperti makanan dan kosmetik, penggunaan jasa pest control sudah biasa digunakan. Pest control ini bertujuan untuk melindungi dari gangguan dan kerusakan pada bahan baku dan atau produk jadi akibat serangan serangga, hama dan tikus. Sebenarnya selain pest control ada juga istilah rodent control dan termite control.

Yang membedakan dari ketiganya adalah berdasarkan serangga atau binatang yang ditanganinya. Kalau pest control mengendalikan populasi hama dan serangga (general), rodent control mengendalikan tikus dan keluarganya dan termite control mengendalikan rayap. Pada prakteknya pemakaian jasa pest control sudah termasuk dengan rodent control. Sedangkan untuk termite control biasanya terpisah. Dan perusahaan atau vendor yang menyediakan jasa pest control biasanya menyediakan rodent control dan termite control juga. Selain itu mereka memberikan pelayanan menangani ular, fumigasi dan lain sebagainya.

Menumbuhkan Motivasi Karyawan Agar Bekerja Luar Biasa

Motivasi Karyawan Yang Membuat Mereka Bekerja Melebihi Ekspektasi

Sebagai seorang pengusaha atau superior kita menginginkan para karyawan memiliki motivasi bekerja. Dengan mempunyai motivasi dalam bekerja, mereka akan memaksimalkan seluruh potensi yang ada dalam mencapai sasaran perusahaan. Namun dalam prakteknya sulit sekali menemukan karyawan seperti itu.

Pernah saya meminta seorang karyawan untuk mengerjakan sesuatu yang tidak membutuhkan waktu lama.
“Maaf Pak, sudah jam empat. Saya sudah mau pulang,” jawabnya dengan datar. Setelah itu dia menstater motornya dan terus pulang. Saya hanya mengelus dada. Padahal tugasnya sederhana dan makan waktu sebentar. Hanya gara-gara lebih semenit dua menit dari jam pulang, karyawan tersebut tidak mau mengerjakannya.

Sekarang pertanyannya adalah : bagaimana caranya agar seorang karyawan bekerja dengan baik? Apakah kita iming-imingi gaji atau bonus? Atau dengan ancaman pemecatan? Ternyata dua-duanya bukan jawaban yang tepat.

12 Tips Meeting Yang Efektif dan Efisien

Meeting yang efektif dan efisien

Meeting Yang Efektif dan Efisien Memberikan Nilai Tambah Bukan Hanya Menghabiskan Waktu Saja

Melaksanakan meeting yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Karena fungsi dari meeting yang kami pahami adalah salah satu sarana koordinasi antar berbagai pihak demi kelancaran tugas dan pekerjaan. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah kesepahaman untuk memecahkan masalah yang ada dan atau membuat sebuah kesepakatan/ konsensus.

Yang paling penting sebelum mengundang meeting adalah apakah kita membutuhkan meeting ini atau tidak? Karena kalau kita terlalu banyak meeting kapan eksekusinya. Maka dia tidak akan efektif dan efisien lagi. Kalau kita merasa bahwa memang membutuhkannya maka persiapkanlah meeting ini dengan baik. Karena ini akan memakan waktu Anda dan kolega Anda. Kalau meeting berjalan efektif dan efisien maka kita telah melakukan sebuah pemborosan; bukan sesuatu yang memberikan nilai tambah (added value).

Jenis Tunjangan dan Fasilitas Perusahaan

Tidak peduli apakah Anda seorang job seeker atau kayawan di perusahaan, dari sekian pembaca blog ini, berapa orang yang bisa menjawab apa bedanya antara fasilitas dan tunjangan pekerja? Kemudaian sebutkan jenis-jenis fasilitas dan tunjangan yang diberikan perusahaan.Terus apakah semua orang memikirkan fasilitas dan tunjangan kerja yang bakal diterimanya kalau diterima di sebuah perusahaan? Kami fikir hanya sedikit yang berfikir seperti itu karena di zaman sekarang ini berfikirnya : yang penting dapat kerja dulu.

Ketika Anda diterima sebagai seorang karyawan sebuah perusahaan maka Anda akan menerima upah atau gaji. Dimana yang di dalamnya sudah termasuk fasilitas, tunjangan serta bonus. Ada pun tujuan dari pemberian berbagai macam fasilitas dan tujuan ini antara  lain untuk mendorong karyawan lebih disiplin dan produktif.

Perlu diingat bahwa fasilitas dan tunjangan yang diberikan setiap itu perusahaan berbeda-beda. Hal ini biasanya tergantung kepada :

Bagaimana Cara Merekrut Calon Karyawan Yang Efektif

Cara Merekrut Calon Karyawan

Berdasarkan data BPS di tahun 2013 dinyatakan ada 1 juta lebih (tepatnya 1 051 944) para pencari kerja terdaftar dan lowongan kerja yang tersedia baru 50% lebih (tepatnya  612 699) yang mampu menyerapnya . Sekilas kalau membaca data ini, seharusnya perusahaan tidak kesulitan mencari orang untuk memenuhi kebutuhan karyawannya. Karena jumlah orang yang mencari kerja hampir dua kali lipat dari pada jumlah pekerjaan yang tersedia. Namun faktanya sampai hari ini  perusahaan – perusahaan masih saja mengiklankan mencari karyawan untuk mengisi  posisi yang dibutuhkan di berbagai media. Dalam data BPS juga disebutkan bahwa baru 66.67% lowongan kerja itu terisi. Bisa disimpulkan sumber tenaga kerja yang melimpah belum semuanya yang memenuhi ekspetasi para pelaku industri sehingga masih ada posisi yang lowong. Namun di pada kesempatan kali ini kami tidak mau membahas mengenai kesenjangan kualitas SDM para pencari kerja ini.

Pengertian Kualitas Yang Kita Kenal

apa-itu-kualitas

Apa itu kualitas?

Kalau kita mau membeli barang atau atau menyewa jasa, biasanya bertemu dengan penawaran barang atau jasa yang diembel – embeli produk berkualitas tinggi, kualitasnya terjamin, kualitas nomor 1 (satu) dan kualitas – kualitas lainnya. Mendengar kata kualitas. Sebenarnya kualitas itu apa sih? Kualitas dari produk atau jasa merujuk kepada persepsi sejauh mana produk atau jasa memenuhi harapan dari pelanggan (consumer). Kualitas tidak memiliki arti khusus kecuali berhubungan dengan fungsi dan/ atau objek tertentu.

Arti kualitas itu sendiri pun mengalami beberapa perkembangan definisi dari waktu ke waktu. Di bawah ini beberapa definisi mengenai kualitas (dan sebenarnya masih banyak definisi kualitas yang tidak ditulis di sini).

Tips Memilih Konsultan Pertama Kalinya

tips-memilih-konsultan-pertama-kali

A consultant is someone who borrows your watch to tell you the time, then keeps your watch and charges you.

Mengapa kita membutuhkan konsultan?

Untuk meningkatkan kinerja perusahaan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa dilakukan dengan memperbaiki proses, menstandarkan cara kerja, memakai teknologi terbaru, menerapkan sistem manajemen mutu dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaaannya, agar berjalan dengan efektif dan efisien, sering pihak perusahaan memakai jasa dari pihak luar yang biasa kita disebut sebagai konsultan. Namun kalau tidak mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai kriteria konsultan yang mau kita pakai jasanya, bisa – bisa kita akan memperkerjakan orang yang tidak tepat. Sudah bayar mereka mahal – mahal namun kita tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Jadi pada kesempatan kali kami akan berbagi pengalaman tips memilih konsultan untuk pertama kalinya. Sehingga jika suatu pagi atasan menelpon minta dicarikan konsultan, kita sudah mempunyai bekal yang cukup.

Cara Pengadaan Barang dan Jasa Agar Tidak Salah Beli

Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa yang Benar Agar Purchasing Tidak Salah Pesan

prosedur pengadaan barang dan jasa

Atasan saya pernah bercerita bahwa di tempat kerjanya sebelumnya tidak ada karyawan yang mau ditempatkan di bagian purchasing (pembelian). Hal ini disebabkan karena karyawan di bagian purchasing sering dimarahi oleh end user dari departemen lain karena salah dalam pengadaan barang dan jasa : Salah beli barang, salah sewa jasa. Belum lagi kalau harganya kemahalan.

Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi prosedur pengadaan barang dan jasa yang benar agar staff purchasing tidak melakukan kesalahan lagi dalam pengadaan barang dan jasa.